Tiga Cara Anda Dapat Belajar Dari Film

0
4

Film ada di mana-mana.

Kisah, frasa, dan adegan mereka adalah bagian dari budaya kita.

Kita semua memiliki film favorit, kenangan favorit yang berkaitan dengan film, dan dalam beberapa kasus film yang membantu kita Drakorid menentukan hidup kita. Meskipun Anda mungkin tidak memikirkannya, film mungkin telah memperkaya hidup Anda.

Film adalah cerita yang diceritakan dalam media yang kaya. Cerita adalah cara kita memahami dunia. Mereka memiliki kekuatan luar biasa untuk mengejutkan dan menyenangkan; untuk mempengaruhi dengan cara yang jauh melampaui hiburan. Cerita, yang diceritakan dengan baik dalam film, dapat memengaruhi pandangan kita tentang diri kita sendiri dan mengubah perspektif kita tentang dunia kita. Cerita, tanpa pertanyaan, telah membuat hidup kita lebih baik.

Belajar adalah salah satu bagian terpenting dalam hidup. Faktanya, kemampuan untuk belajar dalam banyak cara adalah salah satu kualitas kita yang paling manusiawi. Kita belajar paling baik ketika kita tenggelam dalam suatu situasi, secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Film dapat membantu kita belajar karena film membungkus kita dalam sebuah cerita. Jika Anda pernah melompat atau menjerit atau menangis selama menonton film, Anda telah mengalami kekuatan film.

Sementara sebagian besar menganggap film sebagai hiburan, pengalihan atau pelarian karena sifatnya, mereka bisa lebih dari itu. Seperti yang ditunjukkan paragraf sebelumnya, mereka kemungkinan besar telah menjadi sumber pembelajaran dalam hidup Anda.

Bagian selanjutnya dari artikel ini akan memberi Anda tiga cara khusus untuk menggunakan film secara sadar untuk mendorong pembelajaran dan memperkaya hidup Anda:

Mengajukan Pertanyaan Reflektif

o Menjelajahi Filter Mental Anda

o Membuat Percakapan Kelompok

o Mengajukan Pertanyaan Reflektif

Ada beberapa pertanyaan umum yang dapat membantu saat mengulas film – apakah untuk refleksi pribadi atau memicu percakapan. Pertanyaan-pertanyaan ini dapat digunakan dengan film apa pun dan dengan sendirinya dapat menjadi dasar dari kesempatan belajar yang bermakna. Pertanyaan inti tersebut antara lain:

o Apa adegan favorit Anda dan mengapa?

o Apa yang Anda sukai/tidak sukai dari film tersebut dan mengapa?

oJika Anda pernah menonton film tersebut sebelumnya, bagaimana pengalaman Anda tentang film tersebut berbeda dari menonton sebelumnya? Apa yang menurut Anda sama atau berbeda?

o Adegan apa yang membuat Anda tertawa atau menangis (jika perlu)? Mengapa?

o Karakter mana, jika ada, yang Anda identifikasi dengan cara tertentu?

o Bagaimana dengan film atau cerita ini yang mengingatkan Anda pada pengalaman hidup Anda?

o Bagaimana jika ada sesuatu yang akan Anda lakukan secara berbeda, atau pikirkan secara berbeda, sejak menonton film?

o Wawasan apa yang Anda peroleh dari film ini?

o Apa dalam film ini yang menginspirasi Anda?

Menjelajahi Filter Mental Anda

Keadaan pikiran Anda, pemikiran saat ini, dan pengalaman hidup semuanya berperan dalam cara Anda “melihat” sebuah film.

Inilah salah satu alasan mengapa Anda bisa menonton film dua kali, meski hanya berjarak beberapa hari, dan memiliki pengalaman yang sangat berbeda. Filter mental Anda adalah alasan mengapa Anda mungkin mengalami film secara berbeda pada tampilan yang berbeda.

Beberapa filter Anda berlaku seumur hidup, berdasarkan nilai-nilai Anda, pengalaman awal, dan keyakinan yang dipegang teguh. Misalnya, orang yang dibesarkan di India akan memiliki perspektif yang berbeda dan karenanya memandang film Gandhi jauh berbeda dari orang Amerika. Filter yang berbeda sebagian besar merupakan alasan untuk perspektif yang berbeda ini.